Beranda > Bahasa Indonesia 2 > Buku Pelajaran Sekolah Pertama di Nias

Buku Pelajaran Sekolah Pertama di Nias

Tepat hari ini di tahun 1865, Denninger, tiba di Gunungsitoli dan memulai serangkaian tugas misi kekristenan. Adapun pelayanan misi ini semula merupakan inisiatifnya pribadi setelah dia dan keluarganya harus meninggalkan Borneo, karena perang suku sedang terjadi di sana.

Pada tahun 1870 Denninger mencetak buku pelajaran sekolah bagi Ono Niha. Buku ini memiliki sampul berjudul “Nowi Huno Lihede ba Hulo Niha- EERSTE SCHOOLBOEKJE voor het EILAND NIAS, BATAVIA LANDSDRUKKERIJ, 1870″

Buku ini dicetak oleh salah seorang Belanda yang bersimpati akan pekerjaan Denninger dan bersedia mencetaknya di Batavia (Jakarta sekarang).

Buku tersebut dibagi dalam beberapa tema, yaitu:

1. Bagian pertama “Fa’o’o-li 1.” mengenai vokal dalam abjad dan pengenalan huruf latin. Seterusnya setiap bagian diberi tahapan berupa “Fa’o’o-li 2.”, dst.

2. Mulai dari pelajaran ke-20 hingga ke-22 merupakan bagian pengenalan, pemenggalan dan pengembangan suku kata sederhana di dalam bahasa Nias (dialek Utara)

3. Bagian “Fa’o’o-li 43.” merupakan bagian pengembangan pelajaran mengenal suku kata dan sudah merupakan bagian pelajaran membaca lengkap

4.Masih di bagian ke-43, pada halaman 56-60 dan merupakan bagian akhir buku pelajaran sekolah, Denninger mulai memperkenalkan dan mengajarkan Injil serta cara berdoa kepada Yesus Kristus. Salah satu penggalannya adalah sebagai berikut (tampilan abjad tidak seperti di buku):

E Lowalani Ama,

Iaga mui sekola,

Ena’o mamunrono,

Turia Yezu Kristo.

Fahagala dodoma,

Be howu-howu h’oma;

Ehehau gui mena’o

Ihaogo fefu dodo

Pada beberapa bagian tulisan di dalam buku ini, terdapat beberapa kata dan suku kata yang biasanya hanya diucapkan oleh penduduk dari selatan Nias pada masa sekarang. Sementara pada saat itu stasiun misi Denninger berpusat di sekitar Gunungsitoli dan kemungkinan besar Denninger belajar bahasa Nias di Gunungsitoli sekaligus melakukan penerjemahan di tempat yang sama pula.

Terjemahan lain yang pernah dibuat oleh Denninger adalah Injil Lukas. Terjemahan ini kelak dikritik oleh koleganya karena belum sempurna dan tugas penerjemahan Alkitab dilanjutkan kemudian oleh H.W. Sundermann mulai tahun 1876.(ya’ahowu/katitira)

sumber : niasonline.net

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: